13 April 2012 - 08:52

Bus yang ditumpangi sejumlah warga Syiah dicegat di tengah jalan dan penumpangnya setelah diminta turun dibunuh beramai-ramai, bus yang ditumpangipun kemudian dibakar. Kejadian yang menelan korban jiwa dari warga Syiah tersebut adalah yang kesekian kalinya terjadi dan tanpa mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Pakistan.

Menurut Kantor Berita ABNA, saksi mata dalam peristiwa pembunuhan Syiah di Chilas Pakistan tampil dalam sidang pengadilan untuk memberikan kesaksiannya. Saksi mata yang bernama Ali Reza tersebut menyatakan, "Pada awalnya bus dilempari batu berkali-kali oleh beberapa militan bersenjata. Perempuan dan anak-anak mulai menjerit ketakutan.

Setelah itu setelah bus diminta berhenti, seorang demi seorang lelaki di paksa keluar untuk diperiksa kartu pengenal masing-masing. Kelompok bersenjata tersebut sembari berteriak 'Syiah Kafir', para penumpang bus ditembak di hadapan anak dan isteri mereka."

""Ketika saya keluar, saya mengambil seorang balita 4 tahun dari seorang ibu dan berpura-pura berada dalam perjalanan tanpa kartu pengenal.

"Mereka memeriksa saya dan tidak bisa membuktikan sawa Syiah. Saya dilepaskan bersama seorang ibu dan anaknya. Saya saksikan seorang perempuan memegang tangan salah seorang lelaki yang ditembak di hadapannya. Banyak lelaki telah dibunuh di hadapan kami dengan batu. Salah seorang penumpang dari bus diseret keluar dan dipukuli oleh sepuluh orang dengan kayu, batu dan pisau. Dia menjerit-jerit menyebut Allah dan Imam Husain yang kemudian tewas setelah dihempas batu besar ke wajahnya oleh salah seorang diantara militan tersebut. Saya lihat beberapa mayat diseret dan dilempar ke sungai Indus." Lanjutnya lagi. "

"Terakhir saya melihat seorang lagi diseret ke sungai oleh seorang yang bersenjata api, namun setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi."

Beberapa gambar peristiwa ini: